PERLAKUKANLAH SESAMU DENGAN ADIL DAN BENAR
Kita bersyukur kepada Tuhan, untuk kehidupan yang tetap Ia anugrahkan dan jagai bagi kita hingga saat ini serta yang kita yakini akan terus IA sediakan bagi kita ke depan. Firman Tuhan menjadi sumber utama yang mendasar dalam setiap perenungan, untuk mengerti dan memahami kehendak Tuhan dan pengajaranNya, yang menuntun dan membekali serta memperlengkapi kita, dalam perjalanan hidup dari waktu ke waktu. Dan saat ini, Lukas 23 : 8 – 12 menjadi dasar perenungan bagi kita semua, dalam memasuki Minggu-minggu Sengsara Kristus, atau Minggu-minggu Pra Paskah.
Lukas 23 : 8 – 12, berisikan bagian dari rentetan kisah penderitaan Yesus, pun ketika IA dihadapkan ke raja Herodes, setelah sebelumnya IA dihadapkan ke Pontius Pilatus selaku wali negeri yang mewakili pemerintahan kerajaan Romawi di wilayah Yudea dan Samaria. (Herodes pada masa ini adalah anak dari Herodes Agung). Saat melihat Yesus, Herodes sangat girang sebab ia sering mendengar tentang Yesus dan telah lama ingin melihat Yesus, serta berharap dapat melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda (mujizat). Banyak pertanyaan diajukan Herodes, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun. Sikap Yesus yang tidak menanggapi Herodes bukan tanpa alasan, Yesus tahu Herodes tidak mengenal dan tidak memahami siapa Yesus sesungguhnya. Herodes tentu tidak mengerti dan tidak mungkin percaya bahwa Yesus, yang sering membuat tanda (mujizat) adalah Messias yang harus menempuh jalan penderitaan, bahkan disalibkan. Sikap diam Yesus, dijadikan celah (kesempatan) oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat untuk melampiaskan dendam mereka kepada Yesus, dengan menekan Yesus melalui tuduhan-tuduhan berat yang dilontarkan terhadapNYA. Demikian pula yang kemudian dilakukan oleh Herodes; atas kekecewaannya terhadap Yesus yang dianggap tidak memenuhi keinginanan pribadinya yang salah dan keliru itu, Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Yesus. Yesus sungguh mengalami penderitaan, IA diperlakukan tidak benar dan tidak adil oleh para pemimpin (penguasa) yang seharusnya bisa menjaminkan perlindungan dan keadilan, sesuai kewenangan dan tanggungjawab yang ada pada mereka pula.
Peristiwa Yesus (kisah sengsara Yesus), menggambarkan bahwa praktek ketidakadilan banyak terjadi di sekitar kehidupan manusia, dan ada banyak faktor serta alasan yang melatarinya. Salah satunya adalah karena kepentingan penguasa. Yesus pun mengalami ketidakadilan karena kekuatan penguasa, dalam hal ini oleh Pilatus dan Herodes sebagai pihak yang mempunyai wewenang untuk mengadili Yesus dan memutuskan perkara yang dituduhkan/difitnahkan kepada Yesus dengan adil dan benar. Mereka sama – sama tidak mendapati kesalahan Yesus, namun juga sama-sama tidak berani untuk membebaskan-Nya. Inilah ketidakadilan itu; Yesus tidak mendapatkan kebebasan yang menjadi hakNYA, karena para penguasa tidak menjalankan apa yang menjadi tugas tanggungjawab dan kewajiban mereka. Hak Yesus dirampas demi kedudukan para penguasa, demi menghindari konflik atau permasalahan yang timbul jika Yesus dibebaskan. Dengan kata lain mereka mengorbankan kebenaran demi sebuah kepentingan.
Nas firman Tuhan ini hendak mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa praktik ketidakdilan membuat orang yang tidak bersalah menjadi korban, kehilangan sukacita dan sungguh menderita. Firman Tuhan saat ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk harus bisa menyatakan dan menegakkan keadilan. Kita semua diberi kewenangan (kesempatan) untuk menyatakan dan menegakkan keadilan.
– Bersikaplah adil kepada diri kita masing-masing; jagalah kesehatan masing-masing (keluarga kita), mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan yang benar dan sehat. Karena hidup kita telah ditebus dan diselamatkan oleh Kristus, pengurbananNYA teramat mahal bagi kita.
– Bersikaplah adil kepada sesama; hargai dan hormatilah kehidupan bersama yang tengah Tuhan anugrahkan bagi kita semua, yang karenanya IA relah mati di kayu salib. Jangan menyalah gunakan kewenangan yang kita miliki untuk bertidak semena-mena kepada sesama. Hargai dan hormatilah diri sendiri dan orang lain; perlakukanlah sesama dengan adil dan benar.
Tuhan Yesus yang Penuh Kasih Setia Senantiasa Memberkati Kita Semua, Amin!
Oleh, Pdt Ny. Elvin M.Alfons
Leave a Reply